(1) Verba Volant, Scripta Manent

Bismillaahirrohmanirrohim…

 

Akhirnya pecah teluurrrr

Mencoba kembali lagi merangkai kata, menyusunnya hingga berbentuk kalimat dalam deretan paragraf hingga akhirnya jadilah sebuah tulisan.

Cukup lama rasanya saya meninggalkan blog ini. Postingan terakhir 10 Desember 2015. Wow! bukan waktu yang sebentar saya rasa.

Mengazamkan diri untuk kembali berbagi, membersamai para pesinggah setia Gubug Jerami dengan ilmu yang dipunyai.

Verba Volant, Scripta Manent

Begitu kira-kira bunyi kutipan pepatah Latin Kuno yang kurang lebih artinya ; apa yang terkatakan akan lenyap dan apa yang tertulis akan abadi”

Ya,

Berbicara banyak hal sangat amat mudah dilupa. Baru bicara A lewat beberapa menit saja bisa lupa saking banyaknya yang harus diingat. Karena apa? Karena daya ingat manusia memanglah terbatas. Dan sifat lupa adalah pelengkapnya.

Maka

Ijinkan saya kembali menulis disini. Sekedar berbagi tentang cerita hidup sehari-hari, catatan kesehatan seperti yang pernah saya tulis ketika dibangku kuliah dulu.

Ketika mungkin esok saya lupa, semoga tulisan disini bisa menjadi pengingatnya.

Ketika mungkin ada orang yang bertanya, semoga tulisan disini bisa memberi jawabnya.

“Ikatlah ilmu dengan menulisnya”(Silsilah Ash Shahiihah no 2026)

Iklan

Mengekalkan Pikiran Lewat Tulisan

Bismillaahirrahmanirrahiim…

Menulis adalah kata yang sejatinya familiar ditelinga kita, sebagaimana tangan terbiasa bersinggungan dengannya.

Menulis, siapa yang tidak bisa melakukannya?

Bahkan seorang anak batita yang masih duduk di taman bermain sudah belajar memegang pencil warna-warni, meskipun dengan bersusah payah dia menggenggamnya, memainkannya dengan sesuka hati sambil bertekad :

“aku sedang belajar menulis”

 

Yaaa, menulis.

Hal yang sering kita lakukan dalam keseharian. Banyak penyebab mengapa kita menulis.

Seorang murid SD kelas 1 yang masih belajar mengeja deretan huruf per huruf, secara seksama memperhatikan apa yang bapak ibu guru mereka tuliskan di papan tulis. Meskipun harus menengok berulang kali sampai leher dan mata mereka terasa pegal, mereka tetap semangat!

Dengan semangat mengukirkan pengetahuan yang baru saja di dapat, ia berharap ketika menujukkan hasil karyanya yang ia tulis dengan susah payah –sampai-sampai kertas yang putih menjadi lecek karena usapan karet penghapus berulang kali– orangtuanya akan bangga! pintar kamu nak!

Menulis yang ia lakukan adalah suatu bentuk upaya sederhana untuk mengikat ilmu yang tersketsa dalam pikiran dan menuangkannya dalam deretan huruf yang orang menamainya tulisan.

Sebuah tulisan yang setiap saat kita torehkan, mungkin tanpa sering kita sadari adalah merupakan alunan makna yang tersingkap dalam ejaan setiap katanya.  Meski hanya sebuah coretan ngasal entah bunyinya apa, tapi bukankah ketika kita menuliskannya otak kita juga turut ikut campur? Tentu saja…karena kemampuan tangan untuk bergerak itu sesuai dengan perintah mata, telinga, mulut kita atau memang dengan suatu bentuk refleks yg semua terhubung oleh sel-sel neuron menuju pusatnya ; otak. Nah disanalah semua sistem informasi di olah… **lhoh kok malah jadi kuliah? :D**

Baiklah…

Kembali ke topik : menulis.

Ketika saya menekan tuts huruf2 di keyboard laptop, tentu punya tujuan tersendiri. Contohnya yaa mengetik tulisan ini 🙂

meskipun saya tahu, kalo rangkaian kata-kata yang saya tulis ini (sedikit) membingungkan :mrgreen:

tapi tak apalah…semoga yang membaca tahu dan dapat menangkap maksud tulisan saya yang kacau ini  🙂

Bahwasanya..

ada banyak manfaat ketika kita menulis. termasuk menulis blog bukan?

kalau tujuan saya menulis di blog ini adalah sebagai pengikat alias pengekalan pikiran (terutama soal ide, gagasan dan pengetahuan —bahasanya berat—- yang sering terlupa)  dan juga kenang-kenangan dimasa yang akan datang (untuk anak cucu mungkin? 🙂 )

 

Bagaimana dengan anda???

 

 

 

~~~jelang siang ; ditemani teh tawar, kerupuk dan ejaan kata ; saya menulis~~~