Aktif Kembali, Insyaa ‘Allaah

welcome_back

Assalamu’alaykum…

Selamat datang kembali di Gubug Jerami

selama hampir lebih 2tahun meninggalkan dunia per blog-an

ternyata ada banyak pertanyaan dari teman2 yang belum terjawab.

insyaa Allaah blog ini akan aktif kembali, dengan semangat berbagi

salam,

Ummu Haniina ^^

Iklan

[OOT*] Sweetes One

Bismillaahirrahmanirrahiim..

Malem-malem, tiba-tiba didatengin si #galau 😦 gak enak banget.. Sampai-sampai si jempol harus ikhlas kerja keras nekan2 tuts henfon.

Daripada daripada.. nulis di kampung sebelah cuma bisa muat 140 karakter, mending nulis skalian disini.. luas dan melegakan hati! *meskipun OOT 🙄

Malem ahad ini tiba-tiba keinget IBU (entah kenapa?)
biasa, kalo lagi kumat melownya gampang keinget hal hal yg sensitif 😦 Padahal setiap hari ketemu ibu, bahkan 1jam sebelum nulis ini ketemu ibu! Saya sedang melow saudara-saudara!

Apalagi kalo inget, sebentar lagi akan meninggalkan rumah tercinta demi tugas kenegaraan 😦 1th bukan waktu yang sebentar kan? Jauh dari rumah 10hari jaman kkn aja udah sampe nangis bombay 😦 apalagi kalo musti internship 1th?!
Haaa ya ALLAH T_T

Harap maklum..
Karena sejak lahir sampai sekarang saya tidak pernah jauh dari rumah! Tentulah kondisi psikologis ini berbeda dgn teman2 yg pernah ngekost. Terpisah dari orang2 tercinta memang berat! Dan akan jauh dari ibu menimbulkan kegalauan tersendiri bagi saya!

Saya akui, saya memang “anak ibu” yg dari kecil sampai sekarang selalu “nempel” ke ibu. Berbeda dgn adik saya yg jadi “anak bapak”. Saking dekatnya, kami jadi seperti punya feeling tersendiri. Sering kejadian, kalau saya ingin makan sesuatu, qodarullah tiba2 ibu pulang membawa makanan yg saya inginkan, padahal saya tidak bilang! 😉

Saya adalah fotocopy asli ibu! Sifat2 beliau sebagian ada pada saya. Bahkan ibu sering sekali bilang kalau gerak gerik saya mirip seperti beliau! MasyaALLAH.. 🙂

baca lagi? klik deh

Tahun ke-2

Bismillaahirrahmanirrahiim…

inilah tahun ke-2 gubug jerami.. ndak terasa…

ada sedikit rasa kecewa, karena ternyata saya telah terlalu lama membiarkan gubug reot ini semakin sepi..bagai gubug tak berpenghuni 😦

 

sedih…yaaa sedih…

tapi tak apalah…semoga kedepanya, gubug ini bisa ceria kembali..

memberi warna dan bisa terus berbagi..

 

salam,

 

gubug jerami

Mencoba Belajar..

Bismillaahirrohamnirrohiim…

Alhamdulillaah…

Akhirnya..dengan kemantapan hati dan keberanian penuh sampai over, purna sudah kewajiban saya belajar untuk memegang setir ini ^^

*gambarnya dari google*

Meskipun pertama kali harus dibuat dagdigdug dulu..

Ban depan hampir masuk ke pematang sawah,

Hampir nyerempet bus..

Hampir ditabrak dari belakang karena ngerem tiba-tiba..

MasyaALLOOH..

Semua pengalaman berharga yang mungkin tidak akan dilupa…

Doakan saya bisa membawanya…

Biar tidak merepotkan bapak lagi ^^

Malam ; Bertamu

mysterious_night

Malam pun datang, ijin bertamu di gubugku,

Ku persilakan dia masuk ;

Rona pekatnya perlahan singgah di setiap jengkal dinding-dinding istanaku,

Setelah puas, duduklah dia di tikar,

Bersila dan menatapku nanar

Beringsut aku mencari sesuatu untuknya,

Ternyata tak punya suguhan istimewa ;

Hanya kopi tawar dengan gelas plastik bermerk rapuh,

Dan singkong goreng berpiring daun pisang layu.

Ah..ternyata kelammu menyihir gubugku jadi sendu…

Maka, segeralah berlalu!!!

——————————————————————————————————————————————————————-

“Astaghfirulloh wa ‘aatuubu ‘ilayk.Rabbighfirli waa tuub ‘alayk innaka anta ghafururaahim”

————————————————————————————————————————————————————————————————-

*040709 : saat Gubug Jeramiku lagi-lagi didera kabut kelam..

Pintu Rizki yang Terlupakan

batu_yang_sujud

Di saat seorang hamba sedang beribadah kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, hendaknya ia menghadirkan hati dan fisiknya dalam keadaan khusyuk, tunduk merendah diri kepada Allah subhanahu wata’ala semata, ia hadirkan keagungan Allah subhanahu wa ta’ala dan merasa sedang bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Kuasa. Sehingga keberadaannya seperti tersebut dalam hadits yang mulia: yang artinya

“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Bila engkau tidak dapat menghadirkan hati dan jasmani seakan melihatnya maka yakinlah bahwa Dia melihatmu.” (HR. Muslim no.93)

tambah lagi faidahnya dengan mengklik