[Part-2] Masih Tentang VK..

Bismilllaahirrahmanirraahiim…

 

 

Verlos Kameer alias kamar bersalin adalah “kos-an” saya seminggu terakhir ini. Bayangkan saja, setiap hari hampir 17 jam saya berada di tempat ini! Sisanya..?? 7 jam saya habiskan dirumah tercinta dan itupun hanya untuk numpang tidur saja . Alhamdulillaah ‘alaa kulli haal 🙂

Seperti namanya, kamar bersalin ; adalah tempat untuk ibu-ibu bersalin. tapi ndak cuma bersalin kok, karena disini ada berbagai ruangan seperti kamar tindakan (biasanya untuk curretase/kiret) juga kamar bersalin –nah disinilah ibu-ibu melahirkan– . Oiya, Vk ini dibagi menjadi 2 bagian : VK IGD (disini khusus menangani kasus gawat darurat) dan VK belakang (ini biasanya kasus-kasus yang normal alias tidak gawat ataupun darurat).

Diruangan ini, jangan tanya apa tugas saya dan teman-teman. Mulai dari jam 06.00 tengg..kami semua sudah harus standby observasi (kalo diVk belakang) dan siap-siap juga jadi asisten operasi2 cito alias segera–gawatdarurat– bila jaga di VK IGD.

Untuk ibu-ibu yang mau melahirkan yang sudah inpartu (masuk kala 1 persalinan) kami memang harus standby obeservasi. kalo ndak ada komplikasi seperti pre eklamsi, fetal distress atau KPD (ketuban pecah dini) dan penyulit lainnya yaa di observasi 1 jam sekali. Tapiiii kalo ada penyulit2 yaa bisa di observ 30 menit atau bahkan 10 menit sekali.

Rasanya…???

capeekkkkk ………….hehehe….

secara bisa mondar-mandir dari kamar bersalin 1 sampe 4 heu…. yang lebih stress kalo fetal distress tiap 10 menit harus cek DJJ, heu…..

Tapi selain capek dapet banyak banget pengalaman…Alhamdulillaah. Jadi tau dan ikut merasakan sedahsyat apakah His ituh 🙄 sampe-sampe saya hafal ada beberapa pasien saya yang primigravida (kehamilan pertama kali) kalo udah masuk kala 1 aktif (bukaan 4-10) tembangannya adalah

dokterrrrrrrr…saya mau sesar ajaaaaaa…” 😀

 

Pengen ketawa tapi ndak tegaa…karena saya ngerti kok, gimana rasa sakitnya **sotoy** saking sakitnya mungkin sampe ndak nyadar bilang gitu bahkan ada yang sampe marah2 ke suami dan keluarganya **amat sangat maklum :mrgreen:**

Tapi, ada juga yang anteng dan tetap calm meskipun baru pertama kali. pasien saya yang KPD cuma meringis tiap kali his. Meski saya tahu…pasti si ibu juga menahan sakit. Apa ambang sakitnya lebih tinggi? atau mungkin usia mempengaruhi yaa?? mungkin… 🙂

 

Di kesekian banyak pasien-pasien saya yang mau partus, saya menemui ibu- ibu yang luar biasa!!

 

Mulai dari ibu yang datang dengan kondisi syok hipovolemik dimana kondisi tubuhnya benar-benar drop! tensi sudah tidak bisa terukur (meskipun dengan palpasi), nadi tidak teraba, konjungtiva pucat anemis, kesadaran somnolen dan darah terus mengalir dari jalan lahirnya. Subhanallaahu…

Dengan sigap si ibu langsung dibawa ke meja operasi dan dilakukan operasi SC. Dengan persiapan yang minim termasuk usaha darah karena memnag kondisi umumny sudah jelek dan bayi dalam kandungannya mengalami fetal distress tidak ada jalan lain kecuali terminasi persalinan (menyegerakan kelahiran).  Informed consent sudah dilakukan…tinggal para residen (calon spesialis) mulai menjelaskan 1-1 ke keluarga pasien terutama ke suami pasien. Mulai dari residen obsgyn hingga anestesi (pembiusan) yang memberikan informasi terkait kondisi ibu dan bayi yang benar-benar sudah sangat kritis.

“Banyak berdoalah pak…kami akan berusaha semaksimal mungkin. Tapi tetap, semua ada di tangan ALLAH…”

Deg! Subhanallaahu..begitu teriris hati ini mendengar ucapan itu. Sambil berkaca-kaca, si suami berusaha tegar. Menyakinkan diri bahwa inilah jalan terbaik. Qodarullaahi waa maa syaa’a fa’ala….bayi yang sudah dikandung selama 9 bulan ternyata harus meninggalkan dunia sebelum bertemu ayah dan ibunya. Innalillaahi waa inna ilaihi roji’un….

Kehamilan intra abdominal ternyata, dimana letak di bayi ternyata tidak di uterus (rahim) melainkan di luar rahim. Dan yang lebih mencengangkan ternyata rahim bagian bawahnya bekas operasi SC pertama telah jebol. Ruptur uteri! analisis sementara disebabkan karena jaringan bekas SC terdahulu yang rapuh, sehingga menyebabkan janin keluar dan meneruskan perkembangannya di luar uterus. Subhanallaahu…si janin tetap bertahan selama 9 bulan termasuk plasentanya.

Belum selesai perjuangan si ibu, dia harus melawan kondisi tubuhnya yang kian melemah. perdarahan akibat ruptur uteri itu menyebabkan kondisi hemodinamik tubuhnya terganggu. Tekanan darahnya kian turun, sementara darah terus menerus keluar. Subhanalllaahu..operasi yang sejatinya hanya SC kini beralih menjadi operasi histerektomi atau pengangkatan rahim. hampir 2 jam lebih operasi itu berlangsung. Dan Alhamdulillaah si ibu terselamatkan! Dengan kondisi koma akhirnya si ibu dibawa ke ruang ICU untuk mendapkan perwatan intensif. Di sini kamipun melakukan observasi setiap 30 menit untuk memantau perkembangannya.  Berangsur-angsur kesadarannya mulai pulih, Alhamdulillaah.. beliau mampu melewati masa-masa sulit dan kritis atas seijinNya. Meskipun saat itu, beliau tidak tau bahwa bayi yang dinantinya selama 9 bulan telah terlebih dahulu meninggalkannya. Sebelum sempat si ibu melihat wajahnya, bahkan mendengar tangisnya…..

 

Ibu hebat lainnya saya temui di hari pertama. Beliau harus menanggung sakit akibat His lebih kurang selama 2 hari 2 malam. Partus tak maju dengan gagal induksi. Tidak tau bagaimana nikmatnya his tersebut yang sudah dirasa berhari-hari namun pembukaan tidak juga maju. Hingga akhirnya SC menjadi pilihan terakhir. Seorang bayi perempuan cantik akhirnya lahir kedunia.  Rasanya ikut senang ketika mendengar si munggil itu menangis. Perjuangan 2 hari 2 malam untuk observasi berakhir sudah, Alhamdulillaah 🙂

 

Melihat ibu-ibu itu berjuang demi buah hatinya…

Rasanya sungguh terenyuh 😦

 

Betapa besar perjuangan mereka demi anak-anaknya…

Maka benarlah Rasululllah memerintahkan kita untuk patuh dan hormat terhadap Ibu.

 

Kelak…

Sayapun akan menjadi ibu dan saya pun akan berjuang seperti mereka

Bi’idznillaahi Ta’ala…….

 

Jadi terobsesi dengan Sp.OG……. ***bi’idznillaahi ta’ala, semoga ada rejeki..aamiin**

 

~~ pagi yang teduh ; 30211_liburan ala poli :)~~

 

 

Iklan

8 thoughts on “[Part-2] Masih Tentang VK..

  1. -terharu bacanya-

    sama dek, walopun ana bukan dokter, tapi seriiiing banget mendengar suara2 di kamar bersalin.

    pas lahirannya saLamah, ternyata ada ibu2 yg mengalami his sampe 4 hari !!! maasyaAlloh,,, ana bener2 gak bisa mbayangin gimana perjuangannya, tapi Alhamdulillah, setelah ana lahiran, beliau berhasil melahirkan putrinya (walopun sempet ikut nangis pas denger teriakannya di ruang bersalin)

    ah..pengalaman melahirkan memang tak akan bisa dilupakan dek ~_~

  2. serem gimana gimana gitu bacanya mbak..
    mohon doanya untuk persalinan aku kelak yaa.. smg dimudahkan dan diselamatkan oleh Allah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s