Mengapa Anakku Berbohong?

Bismillahirrohmanirrohim..

Seorang anak adalah qurrota a’yun bagi kedua orangtuanya. Segala yang ada dalam dirinya baik itu sifat dan tingkah lakunya selama masa tumbuh kembangnya akan menjadi perhatian terpenting bagi orangtuanya.

Pun termasuk didalamnya adalah ucapannya. Rangkaian kata-kata yang terdengar indah ditelinga seringkali membuat banyak orangtua dan juga pendengar menjadi tertegun dan terkagum-kagum,

“wah..anakku sudah bisa berbicara demikian..dan demikian….”.

banyak kosa kata yang tiba-tiba terucap tanpa mungkin orangtua merasa pernah mengajarinya. Ucapan yang lucu, lugu dan penuh kejujuran terkadang bisa dikotori oleh suatu “penyelewengan” kecil (baca bongong) oleh si anak.

Para orangtua yang dengan seksama memperhatikan tumbuh kembang si anak tentu akan menyadari ketidakberesan tersebut diatas. Dan sejenak akan merenung

“kenapa anaku berbohong??”


Ya..bohong yang terkadang dilakukan oleh anak menjadi perhatian yang penting oleh orangtua.

Pada dasarnya ada 2 kriteria kebohongan yang dilakukan oleh anak yaitu,

1. Anak mengatahui bahwa apa yang dikatakannya adalah tidak benar
2. Ada tujuan untuk menghindari suatu hal yang tidak enak misalnya hukuman atau untuk mendapatkan keuntungan misalnya pujian.

Anak balita terkadang atau mungkin sering sering menceritakan suatu kejadian yang berbeda dengan apa yang sebenarnya terjadi karena ia belum dapat memberikan interpertasi memadai atas suatu kejadian yang dialami sehingga terjadi distorsi relaitas. Kebohongan yang bersifat patologis biasanya terjadi pada anak lebih besar. Terutama pada masa remaja.

Terdapat tiga jenis situasi yang mencetuskan kebohongan yaitu ,

· Membohong untuk membela diri

Hal ini biasanya dilakukan anakan karena anak tersebut sangat takut akan dihukum atau dimarahi oleh orangtua, misalnya ia tidak mengaku telah memecahkan barang kesayangan ibunya.

· Meniru perbuatan orangtua

Banyak anak yang mulai belajar berbohong dengan meniru pebuatan orangtuanya.

Acapkali seorang anak disuruh membohong oleh orangtuanya, misalnya mengatakan “bilang yah nak..ummi tidak dirumah..” yang biasanya dilakukan untuk menghindari tamu yang tidak diinginkan. Nah dari sinilah anak mulai belajar tentang berbohong. Secara para orangtua tidak sadar bahwa mereka telah mengajarkan dan menanamkan kebohongan pada sang anak.

· Ingin diperhatikan dan dikagumi

Seringkali anak membesarkan suatu kejadian atau bahkan mengarang cerita yang melibatkan dirinya untuk menarik perhatian atau untuk menimbulkan kekaguman oranglain. Bila kebenaran cerita tersebut diragukan oleh yang mendengar maka ia akan semakin membubuhi ceritanya dengan berbagai hal kecil ini. Semakin sering anak melakukan hal tersebut maka akan semikn pintar dan mahir pula ia mengarang ceritanya.

Cara mencegah atau menghentikan kebohongan adalah dengan memperbaiki penyebabnya. Ketakutan terhadap hukuman merupakan pertanda adanya hubungan orangtua-anak yang kurang baik. Setipa anak yang cukup cerdas dapat menerima kritik yang masuk akal dan mereka menghargai keadailan serta kejujuran. Penerapan hukuman yang keras atau tipuan untuk membuat mereka mengaku, malah akan disambut dengan ketertutupan. Dan orangtua pun seharusnya lebih berhati-hati di depan anaknya, jangan sampai memberi contoh yang tidak baik pada mereka. Bila suatu waktu memang terpaksa harus berbuat kurang jujur sebaiknya diterangkan alasan perbuatan tersebut pada anak. Untuk mengurangi anak membuat cerita yang hebat tentang dirinya sebaiknya anak diberi kesempatan untuk berpetualang dan mengalami hal yang menyenangkan.

children

Ya..dialah anak.. bagai selembar kertas putih….dan orangtuanyalah yang kelak akan menorehkan warna..entah itu terang  atau gelap…

Wallohu Ta’ala A’lam…

ref : ~ I.K.A_H.M Markum Jil. I~

taken from : my rest room

Iklan

3 thoughts on “Mengapa Anakku Berbohong?

  1. wah..
    udah punya anak ya..

    kapan ya aku punya anak?
    nikah aja belum..
    he..

    alhamdulillah..masih diberi kepercayaan oleh ALLOH untuk tholabul ilmy seorang diri hingga saat ini.
    buah hati? insyaALLOH setelah zuwaj nanti 🙂

  2. iya, biasanya anak berbohong karena takut, merasa tertekan, ingin diperhatikan….

    makasih ilmunya, jika nanti punya anak paling nggak ada gambaran harus bagaimana

    alhamdulillah jika bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s