Steven Johnson Syndrome

Akhir-akhir ini dunia medis dikejutkan oleh maraknya pemberitaan terkait dengan dugaan malpraktek yang dilakukan oleh salah seorang dokter yang mengakibatkan seorang gadis belia mengalami kerusakan pada seluruh wajahnya yang diduga disebabkan karena alergi obat, yang diberikan oleh si dokter kepada gadis tersebut. Mungkin anda sudah tahu apa nama penyakit itu? Ya! Steven Johnson Syndrome namanya. Nama yang cukup keren untuk istilah sebuah penyakit.

Sebenarnya apa penyakit Steven Johnson Sindrome itu?
Apa penyebabnya? Obatkah? Viruskah? Bakterikah? Atau lainnya?
Lalu, apa saja gejala penyakit itu dan mengapa bisa terjadi?
Anda penasaran?

Maka ikutilah tulisan sederhana ini. InsyaALLOH, rasa ingin tau anda akan sedikit terobati dan semoga semua pertanyaan-pertanyaan anda akan terjawab setelah membaca informasi dibawah ini.

Bismillahirrohmanirrohim…

Apa itu Steven Johnson Syndrome?
Steven Johnson Sindrome merupakan sindrom (kumpulan gejala) yang mengenai kulit, selaput lendir di orifisium (muara/lubang) dan mata dengan keadaan umum yang bervariasi dari ringan sampai berat. Adapun kelainan dapat berupa eritema (kemerahan pada kulit karena pelebaran pembuluh darah), vesikel/bula (gelembung pada kulit yang berisi cairan) dan dapat disertai dengan purpura (bercak-bercak perdarahan pada kulit/selaput lendir).

Dalam kamus kedokteran Dorland didefinisikan sebagai bentuk eritema multiforme fatal (kemerahan yang banyak/menyeluruh) yang timbul dengan prodormal (gejala awal) seperti flu, ditandai dengan adanya lesi sistemik (kerusakan sistemik) dan mukokutan yang berat. Steven Johnson Syndrome biasa disebut juga sebagai penyakit eritema multiforme mayor. Insidensi penyakit ini sebenarnya sangat jarang, tercatat hanya sekitar 2-3% per juta populasi di Negara Eropa dan Amerika. Lebih sering diderita oleh manusia di usia dewasa dibandingkan anak-anak.

Apa Penyebabnya?
Dari berbagai refrensi disebutkan, bahwa penyebab pastinya belum diketahui. Namun ada faktor pencetus yang mengakibatkan terjadinya penyakit ini. Faktor penyebab utama adalah alergi obat yajni dengan presentasi lebih dari 50%. Alergi obat tersering adalah golongan obat analgetik (pereda nyeri), antipiretik (penurun demam) sekitar 45%, golongan karbamazepin sekitar 20% dan sisanya adalah jenis jamu-jamuan. Macam obat yang sering menjadi penyebab yakni penisilin, barbiturate, amiksisilin, kotrimoksasol, sefriakson dan adiktif (penenang).
Faktor lainnya yang dapat menyebabkan yakni :
– Infeksi seperti virus, jamur, bakteri dan juga parasit.
– Faktor fisik seperti sinar x, sinar matahari dan cuaca
– Penyakit kolagen vascular (serabut kolagen pembuluh darah)
– Neoplasma (keganasan)
– Kontaktan (hanya sebagian kecil)

Adapun faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit ini adalah musim/iklim dimana cuaca dingin lebih berpengaruh, dan juga lingkungan fisik seperti sinar x, hawa yang dingin juga ketersediaan sinar matahari.

Mengapa Bisa Terjadi?
Penyakit ini umumnya terjadi karena adanya reaksi hipersensitif dari sistem imun kita. Dimana sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif akan memicu reaksi tubuh berupa hipersensitif tipe II (berdasarkan klasifikasi Coomb dan Gel). Adapun selanjutnya, karena adanya reaksi ini maka tubuh akan bereaksi dengan munculnya gejala-gejala awal. Adapun sasaran awal dari reaksi hipersensitifitas ini adalah kulit berupa destruksi keratinosit (perusakan lapisan keratin kulit)

Apa Saja Gejala Klinisnya?
Gejala klinis yang timbul dapat bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Pada gejala klinis yang berat penderita umumnya mengalami penurunan kesadaran sampai koma. Perjalanan penyakit ini biasanya akut (cepat) dengan gejala prodormalseperti demam tinggi, malese(kelemahan), nyeri kepala, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan. Gejala ini biasanya dapat dialami sampai dengan 2 minggu.

Gejala klinis yang khas yakni adanya Trias kalainan (3 kelainan) yakni,
1. Kelainan Kulit
Kelainan pada kulit berupa : eritema, vesikel, bula bahkan purpura. Kelainan biasanya bersigat generalisata (penyeluruh). Sifat dari eritema yakni berbentuk cincin (tenggahnya lebih gelap) biasanya berwarna ungu.
2. Kelainan Selaput Lendir pada Orifisium
Kelainan selaput lendir yang paling sering adalah di mukosa (lapisan tipis) mulut (100%), kemudian di alat genital (50%) sedangkan di lubang hidung atau anus jarang (8% dan 5%). Kelainan ini dapat berupa vesikel ataupun bula yang cepat sekali memecah sehingga terjadi erosi (kerusakn kulit yang dangkal) dan ekskoriasi (lecet/kerusakan kulit yang dalam) dan krusta yang hitam.
3. Kelainan pada Mata
Kelianan pada mata merupakan 80% di antara semua kasus. Dimana yang paling sering adalah konjungtivitis (radang pada konjungtiva)

Apa Komplikasinya?
Komplikasi dari penyakit Steven Johnson Syndrome adalah bronkopneumonia (radang bronkus dan pneumonia) yakni sekitar 16%. Komplikasi yang lain yakni kehilangan cairan ataupun darah, gangguan keseimbangan elektrolit dan syok. Pada mata dapat terjadi kebutaan.

Bagaimana Pengobatannya?
Langkah pertama yakni menjauhkan factor penyebab/pencetusnya. Bila yang dicurigai adalah obat, maka hentikan konsumsi obat tersebut. Secara umum penangannya yakni mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh penderita dengan pemberian cairan infuse karena umumnya penderita mengalami dehidrasi. Jika penderita mengalami koma, maka tindakan kedaruratan harus dilakukan yakni dengan menjaga keseimbangan oksigen harus dipertahankan.

Pengobatan khusus berupa pengobatan sistemik yakni dengan pemberian obat golongan kortikosteroid dosis tinggi seperti obat prednisone, dan deksametason. Pengobatan topical (luar/untuk kulit) yakni untuk bula dan vesikel yang memecah diberi bedak salisil 2%, kelainan yang basah dikompres dengan asam salisil 1%, kelainan pada mulut dikompres asam borat 3% dan konjungtivitis (radang konjungtiva) diberi salep mata yang mengandung kortikosteroid ataupun antibiotic.

Semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian..

Wallahu ta’ala a’lam bi shawab

*refrensi : kamus kedokteran Dorland_EGC, kamus kedokteran _penerbitdjambatan, ilmu penyakit kulit kelamin_FK UI, saripati penyakit kulit_EGC, patofisiologi vol 2_EGC

*dari tulisan saya sendiri

Iklan

10 thoughts on “Steven Johnson Syndrome

  1. Pertamax
    Hi hi
    Kl shofiyah ajah syndrome dah dtemukan g mbk?!
    Obatny gampang sering2 maen k kotak shofiy hihi;-)

    wah..kena syndrome pertamax juga ternyata kampung wp 🙂

    shofiyah ajah syndrome??
    hihihihi..shofiy..shofiy…
    apa atuh tanda klinis penyakitnya? 😀

  2. tandanya selalu ingat shofiyy..,
    selalu kangen shofiy..,
    senyum-senyum ga jelas saat baca tulisan shofiy..,
    geleng-geleng kepala saat baca tulisan shofiy..,
    sampe bilang..,
    “orang yang aneh..,” hihi., ^_^
    *jika terjadi gejala diatas segera kunjungi kotak hijau shofiyah..,

  3. emmm, bibi leli juga kena SJ syndrome itu karena alergi obat, almarhum minum obat alergi dan setelah sebulan muncullah penyakit itu, sampai seluruh kulitnya seperti terbakar dan bernanah. hanya karena kurang pengetahuan tentang obat.
    sangat parah hingga meninggal, memang qadarullah juga.
    tapi sebagai pelajaran untuk kita jangan asal mengkonsumsi obat…. 😥

    oh..masyaALLOH…
    na’am. sejatinya obat itu adalah racun tubuh kita ukhtiy…
    TFS

  4. nafa’alloha bihi ‘ilman…(semoga Allah menjadikan ilmumu bermanfaat)..bagus dan menambah wawasan..

    aamiin….
    jazakallohu khayr 🙂

  5. Afwan numpang kasi komentar ^^
    Masih sangat sulit memprediksi timbulnya SSJ, apalagi obat yg diminum adlh obat yg umum digunakan. Belum lagi ditambah dengan adanya polimorfisme genetik juga.
    Mungkin dianggap mal praktik krn krgnya komunikasi kpd keluarga dan SSJ msh jrg di masyarakat, shg info ttg ini jg blm bnyk, ngelihat gejalanya dan tandanya yg serem membuat kita lgsg berpikir bahwa itu adalah mal praktik.
    Smga kita dijauhkan dr mal praktik. Aamiin…

    aamiin…

    teman sejawatkan? baarokallohufiyki ukhtiy 🙂

  6. sy baru sj membawa seorang anak dg kondisi dan fisik sama spt ini,sy baru mengetahui nama penyakit tsb stlh pasien kita rujuk ke RSCM,stlh sblmnya bbrp RS dibbrp tmpt di Bksi menolaknya dg alasan klasik,yakni tak ada kamar. pasien tsb: nama : Budi Hidayat. usia 12th. almt : mustika jaya. Kota bekasi. anak piatu,SDTT, dan seumur segitu mencari nafkah bekerja di pengepul rongsokan,. miris sekali, orang2 spt ini diberi cobaan begitu berat. Semoga Allah SWT meringankan penyakitnya,dan segera menyembuhkannya. amin. #SalamVolunteer#

  7. Kakak tetangga baru setahun yg lalu trkena SJS alhamdulilah sdh braktivitas namun adapun kekurangan pada mata terjadi katarak dan kelurangan cairan pada slaput mata dan mulut apakah bisa kmbl nrmal tx. Mhn dbls

  8. Artikel yang informatif, namun sayangnya masyarakat belum banyak yang tahu dan tidak paham mengenai sjs karena setahu saya jarang dan tidak ada komunitasnya di Indonesia. Saya sendiri pernah mengalaminya tahun 2011, sampai saat ini masih ada efek jangka panjang akibat sjs. Rasanya ingin sekali saya sharing bagaimana sakitnya berjuang melawan penyakit ini dan berbagi info seputar sjs. Trims.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s