Shalat Kusuf (Gerhana Matahari)

Bismillahirrahmanirrohim…

Alhamdulillah…kita semua diberi nikmat lagi oleh ALLOH Azza Wa Jala’ dengan mengizinkan kita (insyaALLOH) untuk menyaksikan kembali fenomena alam : Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada hari ini Senin, 26 Januari 2009 (insyaALLOH).

Dan adapun kaum muslimin, sesuai dengan tuntunan Baginda Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wassalam diperintahkan untuk menegakan shalat kusuf (shalat gerhana matahari).


Hukum Shalat Gerhana

Shalat gerhana matahari dan gerhana bulan hukumnya adalah sunnah muakkad (ditekankan). Jadi dianjurkan bagi seorang muslim untuk mengerjakannya dengan ditekankan dan hal tersebut ditunjukkan oleh dalil berikut,

Dari ‘Aisyah rodhiyallohu’anha, dia berkata :

” Pada masa Rosululloh Shallallohu ‘Alaihi Wassalam pernah terjadi gerhana matahari, maka Rosululloh mengerjakan shalat bersama manusia lalu beliau memperpanjang berdiri, kemudian beliau rukuk dan memperpanjang rukuknya. Lalu beliau berdiri kemudian memperpanjang berdiri, namun lebih pendek dari berdiri yang pertama. Kemudian beliau rukuk lagi dan memperpanjang rukuk, namun lebih pendek dari rukuk yang pertama. Beliaupun sujud dan memperpanjang sujudnya, kemudian melakukan pada rakaat kedua seperti yang beliau lakukan pada rakaat pertama. Beliau selesai shalat dalam keadaan matahari telah nampak. Lalu beliau berkhutbah pada manusia. beliaupun memuji ALLOH dan menyanjungNya, lalu beliau berkata :

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda-tanda dari kebesaran ALLOH, keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dam tidak pula karena lahirnya seseorang.Maka jika kalian melihat hal intu hendaknya kalian berdoa kepada ALLOH, bertakbirlah, kerjakannlah shalat dan bersedekahlah”

kemudian beliau berkata, ” Wahai umat Muhammad, demi ALLOH tidak ada yang peling cemburu dari ALLOH jika ada hambaNya yang laki-laki berzina atau hambaNya yang perempuan berzina, wahai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis..” (HR. Bukhari Muslim : Hadist shahih)

Sisi dalalah hadist inia dalh bahwasanya perintah shalat ini dikaitkan dengan perintah untuk bertakbir, berdoa, dan bersedekah dan tidak ada yang berpendapat wajibnya bersedekah, bertakbir, dan berdoa ketika gerhana. Jadi perintah ini adalah musthahab secara ijma demikina pula dengan perintah untuk shalat yang terkait dengannya (Bada”iul Fawaid) Sifat Shalat Gerhana dan Jumlah Raka’at

1. Tidak adzan dan iqomat bagi shalat gerhana Para ulama telah bersepakat bahwasanya tidak adzan dan tidak ada iqomat bagi shalat gerhana, yang disunnahkan adalah dengan menyeru “Ash Shalatu Jami’ah” Dalil dari hal itu adalah apa yang tetap dari ‘Abdullah bin ‘Amr , “Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rosulullah ada yang menyeru ; Ash Shalatu Jami’ah..” (Hadist shahih, HR.Bukahari Muslim_jami’ul ushul)

2. Jumlah Raka’at Shalat Gerhana Shalat gerhana dilaksanakan 2 raka’at dengan dua rukuk dan dalil atas hal tersebut adalah apa yang disampaikan oleh Aisyah rodhiyallohu’anha (hadist diatas) dan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas : ” Pada masa Rosululloh pernah terjadi gerhana matahari, maka beliau m engerjakan shalat dengan berdiri yang panjang sekitar bacaan surat Al Baqarah,beliau rukuk dan memperpanjang rukuknya. Lalu beliau berdiri kemudian memperpanjang berdiri, namun lebih pendek dari berdiri yang pertama. Kemudian beliau rukuk lagi dan memperpanjang rukuk, namun lebih pendek dari rukuk yang pertama, lalu beliau sujud kemudian ketika beliau selesai matahari telah nampak….” (hadist shahih_ HR.Bukhari Muslim)

3. Mengeraskan Bacaan Shalat Gerhana Bacaan shalat gerhana adalah dengan mengeraskan sebagimana yang dilakukan oleh baginda Nabi , ” Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wassalam mengeraskan bacaan pada shalat gerhana…”

4. Dikerjakan Secara Berjama’ah di Masjid Yang sesuai dengan As Sunnah pada shalat gerhana adalah dengan mengerjakannya secara berjam’ah di masjid.
” Pada masa hidup Rosululloh pernah terjadi gerhana matahari, maka Rosululloh keluar menuju masjid lalu beliau bengkit dan bertakbir sementara kaum muslimin berbaris membuat shaf di belakang beliau…”

5. Jika Seseorang Ketinggalan Salah Satu dari Dua Rukuk pada Satu Rakaat
Shalat gerhana dikerjakan 2 raka’at, masing-masing raka’at dengan 2 rukuk dan 2 sujud. jadi secara keseluruhan shalat ini terdiri dari 4 rukuk dan 4 sujud di dalam 2 raka’at.
Dan barang siapa yang mendapatkan rukuk yang kedua pada raka’at pertama berarti dia tidak mendapatkan berdiri, bacaan dan ukuk. Atas dasar ini, dia belum teranggap melakukan salah satu dari dua rakaat shalat gerhana, jadi dia tidak terhitung dengan rakaat ini. Dan setelah imam salam, dia diwajibkan untuk melakukan satu rakaat lagi dnegan dua rukuk sesuai dengan apa yang tetap di dalam hadit yang shahi.

Wallohu A’lam.

*Bughyatul Mutathawwi’ Fii Shalatit Tahtawwu’ (Tuntunan Shalat-Shalat Sunnah Rosululloh)

Asy Syaikh Muhammad bin Ummar bib Salim Bazmul

Maktabah An Nur

One thought on “Shalat Kusuf (Gerhana Matahari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s