(1) Verba Volant, Scripta Manent

Bismillaahirrohmanirrohim…

 

Akhirnya pecah teluurrrr

Mencoba kembali lagi merangkai kata, menyusunnya hingga berbentuk kalimat dalam deretan paragraf hingga akhirnya jadilah sebuah tulisan.

Cukup lama rasanya saya meninggalkan blog ini. Postingan terakhir 10 Desember 2015. Wow! bukan waktu yang sebentar saya rasa.

Mengazamkan diri untuk kembali berbagi, membersamai para pesinggah setia Gubug Jerami dengan ilmu yang dipunyai.

Verba Volant, Scripta Manent

Begitu kira-kira bunyi kutipan pepatah Latin Kuno yang kurang lebih artinya ; apa yang terkatakan akan lenyap dan apa yang tertulis akan abadi”

Ya,

Berbicara banyak hal sangat amat mudah dilupa. Baru bicara A lewat beberapa menit saja bisa lupa saking banyaknya yang harus diingat. Karena apa? Karena daya ingat manusia memanglah terbatas. Dan sifat lupa adalah pelengkapnya.

Maka

Ijinkan saya kembali menulis disini. Sekedar berbagi tentang cerita hidup sehari-hari, catatan kesehatan seperti yang pernah saya tulis ketika dibangku kuliah dulu.

Ketika mungkin esok saya lupa, semoga tulisan disini bisa menjadi pengingatnya.

Ketika mungkin ada orang yang bertanya, semoga tulisan disini bisa memberi jawabnya.

“Ikatlah ilmu dengan menulisnya”(Silsilah Ash Shahiihah no 2026)

Iklan

Salmaan Shaalih

Bismillaah

 

Kuranglebih rentang 2th sepertinya saya tidak menulis dan meninggalkan blog ini begitu saja. Sampai-sampai merasa bingung ketika melihat dashboard wp yang baru.

2th perjalanan, semenjak saya mempostingkan tulisan terakhir di blog ini bulan desember 2013, dan dibulan yang sama ditahun berbeda saya kembali menulis. semoga saja nasibny tidak sama dengan cerita kemarin 🙂

Alhamdulillaah saat ini saya bukan lagi berstatus ibu dengan satu orang putri. Allaah kembali titipkan amanah kepada kami seorang anak putra yang lahir pada tanggal 7 Juli 2015 melalui operasi caesar (seperti kakaknya dulu) dan kami beri nama “SALMAAN SHAALIH”

Semoga kelak ia bisa menjadi anak yang shaalih, penolong kedua orangtuanya di akhirat kelak, tumbuh sehat dan cerdas.  Aamiin.

Demikian postingan pembuka blog ini. Nantikan postingan di hari-hari kedepan. in syaa Allaah

Lactation Counselor

Image

Alhamdulillaah…
5 hari kemarin terhitung tanggal 16-20 Desember 2013, saya diberi kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Konseling Menyusui Modul 40 Jam Standart WHO/Depkes yang diadakan oleh Perinasia. Pelatihan ini diadakan di RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Pelatihan ini adalah pelatihan pertama tentang laktasi yang saya ikuti. Alhamdulillaah pesertanya dari seluruh Indonesia. Pun dari berbagai profesi. Mulai dari dokter anak, dokter umum, perawat, bidan, ahli gizi bahkan seorang ibu rumah tangga! Masyaa Allaah ^^

Selama 5 hari kemarin saya belajar banyak hal tentang menyusui. Dan ternyata, pengetahuan saya tentang menyusui masih nol besar 😦
Jadi selama ini, baca-baca artikel hanya tahu soal “permukaan” saja, nda sampai dalamnya.
Jadi merasa sok tahu 😦

Tapi alhamdulillaah berkat pelatihan ini, wawasan saya jadi bertambah dan terbuka lebar.

Mau tahu materi apa saja yang saya dapatkan selama 5 hari kemarin???

Ikuti terus tulisan Gubug Jerami yaaa ^^

[OOT*] Sweetes One

Bismillaahirrahmanirrahiim..

Malem-malem, tiba-tiba didatengin si #galau 😦 gak enak banget.. Sampai-sampai si jempol harus ikhlas kerja keras nekan2 tuts henfon.

Daripada daripada.. nulis di kampung sebelah cuma bisa muat 140 karakter, mending nulis skalian disini.. luas dan melegakan hati! *meskipun OOT 🙄

Malem ahad ini tiba-tiba keinget IBU (entah kenapa?)
biasa, kalo lagi kumat melownya gampang keinget hal hal yg sensitif 😦 Padahal setiap hari ketemu ibu, bahkan 1jam sebelum nulis ini ketemu ibu! Saya sedang melow saudara-saudara!

Apalagi kalo inget, sebentar lagi akan meninggalkan rumah tercinta demi tugas kenegaraan 😦 1th bukan waktu yang sebentar kan? Jauh dari rumah 10hari jaman kkn aja udah sampe nangis bombay 😦 apalagi kalo musti internship 1th?!
Haaa ya ALLAH T_T

Harap maklum..
Karena sejak lahir sampai sekarang saya tidak pernah jauh dari rumah! Tentulah kondisi psikologis ini berbeda dgn teman2 yg pernah ngekost. Terpisah dari orang2 tercinta memang berat! Dan akan jauh dari ibu menimbulkan kegalauan tersendiri bagi saya!

Saya akui, saya memang “anak ibu” yg dari kecil sampai sekarang selalu “nempel” ke ibu. Berbeda dgn adik saya yg jadi “anak bapak”. Saking dekatnya, kami jadi seperti punya feeling tersendiri. Sering kejadian, kalau saya ingin makan sesuatu, qodarullah tiba2 ibu pulang membawa makanan yg saya inginkan, padahal saya tidak bilang! 😉

Saya adalah fotocopy asli ibu! Sifat2 beliau sebagian ada pada saya. Bahkan ibu sering sekali bilang kalau gerak gerik saya mirip seperti beliau! MasyaALLAH.. 🙂

baca lagi? klik deh