Si Kecil Sakit Amandel, Apa Harus Operasi?

 

 

Bismillah..

Seringkali kita menjumpai anak kecil atau anak-anak kita mungkin, tiba-tiba mogok makan. Setelah ditanya, ternyata si anak memberikan alasan bahwa tenggorkannya terasa sakit ketika menelan. Suhu badannya pun tiba-tiba naik, badannya demam. Kadangkala si anak pun pilek atau bahkan batuk.  Dengan kondisi demikian, si anak jadi tidak bergairah, lesu dan tidak bertenaga.

Tentu saja, dengan kondisi tersebut orangtua akan merasa cemas, terutama Ibu. Dibawalah si anak ke dokter  untuk diperiksa guna mendapatkan terapi.

Setelah ditanya-tanya dan diperiksa, dokter memberikan kesimpulan. Ternyata si anak “sakit amandel”.

Amandelnya tampak besar, merah.  Jadi pantas saja, kalau si anak mengeluh sakit ketika menelan.

Karena paniknya, orangtua berkesimpulan dan mengajukan opsi pada dokter :

“Dok..apa penyakit amandel berbahaya? apa perlu di operasi segera??”

tonsils

Pernah terbersit fikiran demikian?

Apa amandel itu berbahaya? Dan apa perlu setiap orang yang sudah didiagnosis menderita operasi harus dioperasi?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut di atas, mari kita sama-sama belajar tentang apa itu amandel.

Amandel atau dalam istilah medis disebut sebagai tonsil adalah suatu massa kecil yang merupakan organ limfoid dalam tubuh kita.

Apa fungsinya?

Fungsi tonsil dalam tubuh adalah sebagai sistem pertahanan tubuh. Seperti diketahui bahwa di dalam tubuh terdapat 2 jenis sistem kekebalan tubuh : sistem kekebalan tubuh spesifik dan sistem kekebalan tubuh non spesifik. Tonsil sendiri merupakan bagian sistem kekebalan tubuh non spesifik (cincin Waldayer).

Tonsil akan terus tumbuh seiring dengan bertambahnya usia anak. Umumnya, pada usia 7 tahun tonsil akan mencapai ukuran yang maksimal. Dan antara usia 12-13 tahun, tonsil akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya. Pertumbuhan tonsil ini dianalogkan bahwa semakin besar tonsil (ukuran besar secara fisiologis/normal) maka akan semakin besar pula sistem kekebalan tubuh si anak.  Namun bila pada sebelum usia 12 tahun si anak pernah menderita peradangan kronis secara berulang (kronis) maka tonsilnya tidak akan hilang pada usia pra-remaja. Dan kondisi ini merupakan kondisi patologis.

Kenapa  bisa infeksi?

Letak tonsil  yang strategis yakni ada di “pintu masuk” faring membuatnya jadi ‘penyambut tamu setia’ ketika serangan mikroba masuk ke dalam mulut maupun sistem pernafasan.  Ketika ada invasi kuman masuk melalui mulut/pernafasan, maka tonsil yang berperan sebagai tentara pertahanan tubuh akan menghadangnya. “Peperangan” melawan kuman inilah yang menimbulkan reaksi peradangan dan menyebabkan tanda-tanda peradangan muncul seperti tonsil yang membesar, berwarna merah karena banyak dialiri pembuluh darah, terasa sakit/nyeri, badan demam dan lesu.

Serangan  kali pertama ini disebut sebagai tonsillitis akut (peradangan tonsil akut).

Apa penyebab infeksinya?

Pada kasus tonsilitis akut dapat dibedakan menjadi 2 penyebab : yakni virus dan bakteri.

Virus yang paling sering menyebabkan tonsilitis akut adalah virus Eipsten Barr (EVB), hemofilus influenza, virue coxshakie.

Penyebab bakteri yang sering adalah kuman grup A streptococcus β hemolitikus, Pneuococcus, Streptococcus viridian dan piogen. Adapun masa inkubasinya sekitar 2-4 hari.

Bedanya?

Gejala dan tanda pada tonsilitis akibat virus dan bakteri umumnya hampir sama. Pembedanya lebih pada pemeriksaan tonsilnya. Pada pemeriksaan tonsil akibat bakteri akan ditemukan detritus yakni kumpulan leukosit, bakteri mati dan sel-sel epitel yang lepas.

Bagaimana cara pengobatannya?

Pengobatan tonsilitis akut yang disebabkan oleh virus yakni dengan cukup istirahat, minum cukup, pemberian obat analgetik (pengurang nyeri) dan bila gejala semakin memberat maka bisa diberikan obat antivirus.

Untuk tonsilitis bakteri pengobatan menggunakan antibiotika spectrum luas, pemberian penurun panas (antipiretik) dan obat kumur untuk menjaga hygenitas mulut.

Bila pengobatan berhasil, maka tonsil akan kembali ke ukuran semula dan menjalankan fungsinya kembali sebagai sistem pertahanan tubuh non spesifik.

Apa bisa kambuh?

Anak yang pernah menderita tonsilitis akut mempunyai kesempatan untuk kambuh kembali. Kekambuhan ini lebih karena sistem pertahanan tubuh yang lemah. Untuk mencegah kekambuhan umumnya dokter menganjurkan kepada orangtua si anak agar si anak  tidak /mengurangi konsumsi es atau air dingin  dan tidak jajanan ringan yang mengandung MSG selama proses penyembuhan dan kelanjutannya. Dan akan lebih baik lagi bila sistem kekebalan tubuh si anak diperkuat dengan makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna, olahraga dan hal yang tidak kalah penting adalah ventilasi udara di kamar untuk memperbaiki sirkulasi udara. Dengan demikian, diharapkan si anak akan jarang sakit  akrena punya daya tahan tubuh yang kuat meskipun mungkin seringkali terpapar kuman.

Kalau ternyata kambuh?

Bila dalam perjalanan waktu, ternyata penyakit si anak kambuh lagi (dan mungkin kekambuhannya berulang kali) maka ini dinamakan sebagai tonsilitis kronis.

Kekambuhan ini bisa dikarenakan pengobatan tonsilitis akut (pertama kali) yang kurang adekuat, hygenitas mulut yang kurang, rangsangan secara terus menerus dari rokok maupun makanan (biasanya yang mengandung MSG), pengaruh cuaca dan kelelahan fisik.

Pada tonsilitis yang kronis biasanya si anak sudah jarang mengeluhan sakit ketika menelan. Keluhan yang sering diutarakan adalah rasa mengganjal di tenggorokan, tenggorokan sering terasa kering dan gatal, dan kadang-kadang nafas terasa berbau.

Pada pemeriksaan tonsil maka akan tampak besar (umumnya tidak merah), Kripte (lekukan) yang berisi detritus  dan permukaannya tidak rata.

Kalau kambuh, apa perlu operasi?

Kekambuhan yang berulang kali akan menyebabkan fungsi tonsil sebagai sistem pertahanan ini menurun. Nah disinilah indikasi untuk dilakukannya operasi.

Pada saat si anak baru pertama kali menderita tonsilitis (tonsilitis akut) maka upayakan dulu dengan pengobatan dan usahakan tidak terjadi kekambuhan. Itu yang penting!!

Namun bila memang sudah sering kambuh, maka operasi tonsilektomi (pembuangan tonsil) menjadi pilihan terbaik. Kenapa? Karena infeksi berulang telah menurunkan fungsi dari tonsil, dan dikhawatirkan tonsil tersbut nantinya malah akan jadi sarang infeksi kuman.

Tetapi..operasi dilakukan bila memang anak sudah dalam kondisi fit, artinya peradangan sudah sembuh dan suhu tubuh anak normal.

Indikasi operasi itu apa saja?

Selain tonsilitis kronis, ada keadaan yang menyebabkan harus dilakukan operasi pembuangan tonsil. Kondisi tersebut antara lain :

  1. Tonsilitis akut residifan
  2. Post peritonsiler abses
  3. Tonsil sebagai carrier (pada penyakit difteri)
  4. Tonsil sebagai focal infeksi
  5. Tumor jinak tonsil
  6. Tonsila permagna (tonsil yang amat sangat besar, sehingga mengganggu pernafasan dan  bicara)

Keterangan : indikasi relatif untuk operasi adalah  tonsilitis kronis dan akut residifan. Sedang indikasi nomer 2-6 merupakan indikasi absolute.

Semoga dengan sedikit informasi ini bisa menambah pengetahuan kita tentang penyakit amandel.

Semoga bermanfaat…

Allohu Ta’ala A’lam Bi Shawab.

About these ads

6 gagasan untuk “Si Kecil Sakit Amandel, Apa Harus Operasi?

  1. aq pernah amandel juga. tapi ga operasi. cukup menahan diri dari makanan2 yang konon katanya bisa memperparah amandel. dan alhamdulillah, sekarang dah ga amandel lagi

    alhamdulillah ndak jadi kronis.
    sekarang udah ilang kan amandelnya?

  2. assalamu alaykum, jazakumullah khayran atas ilmu dok …
    boleh tahu ngga dok ( singkatan dari MSG apa ya dok )

    Terakhir ” Sepertinya artikelnya berulang dok ??? ”

    ” afwan ana panggil dok ” and memang pantaslah kalau ukhti di panggil dok :)

    wa’alaykumussalam warahmatullah
    MSG = monosodium glutamat/vetsin

    iyah, kemarin ke kopi dobel akh. syukron sudah diingatkan.

    semoga panggilannya merupak bentuk doa, meskipun saat ini belum pantas dipanggil demikian.

    Jazakallohu khayran.

  3. Titin… akhirnya di bahas juga tentang amandel…
    Amandelku kadang2 kambuh nih… terakhir hampir 2 tahun yang lalu… tapi penyebabnya macam2… minum es, jajan sembarangan, dan tentunya kurang istirahat, akhirnya kambuh deh….
    Yah… gimana ya… apa harus tetap operasi?
    Tapi… ga mengganggu kok…

    hehehhee..iya niih ukh, qodarulloh kemarin di poli banyak kasusnya.
    ooo gitu tho…
    indikasi relatif siii, takutnya malah jadi tempat sarang infeksi.
    dikonsulin ke dr.Sp.THT aja ukh? hehehe..

  4. Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ukh…

    Artikel yang bagus dan bermanfaat sekali, masyaAllah.. Lau an seringkali pakai pakai parutan kunyit dan madu, ukh… Alhamdulillah maknyusss… radangnya ilang deh… hehee…

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    alhamdulillah.
    na’am ukh, madu punya khasiat anti inflamasi (peradangan) ^^
    syukron sudah singgah di gubug jerami :)

    baarokallohufiyk.

  5. Ass..
    Dok, sring amandel sy kmbuh.
    hmpir 6 bln trakhr g’lagi, tpi.. ada bnjolan d’tmpt amandel tdk sakit tp brbhyakah??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s