
Tak terbendung sudah,
Genangan air yang bergelayut di piasnya awan,
Sang bayu meniupnya,
Beraraklah dia ketepian nirwana..
Paras mentari kini tersingkap di balik tirai langit,
Saat halilintar memberikan salam hangatnya pada sang bumi..
Deraslah dia berlari, berhamburan dari kantung awan..
Menjatuhkan diri tanpa beban pikiran..
Hanya demi 1 kata : ketenangan
Dan awanpun menyunggingkan senyuman..
Karena dia tau, setelah hilang beban..
Pelangi akan datang kemudian..
* ada yang pergi..dan pasti ada yang mengganti..






& Komentar
10 Februari 2009 pukul 17:51
Aku suka kata ini
“* ada yang pergi..dan pasti ada yang mengganti..”
10 Februari 2009 pukul 17:51
Ganti yang ’sama’ ajah.
Biar beda orangnya, intinya ’sama’
Semoga..
12 Februari 2009 pukul 17:51
“Karena dia tau, setelah hilang beban..
Pelangi akan datang kemudian..”
ya, kuterus menantikan pelangi yang tak kunjung terlihat
saka banyumas kiye? ditranlsate ning bahasa ngapak bae piye ?
he..he.. ‘afwan.
baru kali ini nemu blog ini. baarakallaahufiik
12 Februari 2009 pukul 17:51
ya mudeng mbekayu. lha inyong ya sithik-sithik isa ngomong ngapak. wong inyong saka purworejo
13 Februari 2009 pukul 17:51
Purworejone daerah inyong ora ngapak. purworejo kota. ananging nek purworejo kulon kaya daerah butuh, pituruh sik batesan karo prembun ya wis ngapak. Purworejo daeraha inyong ya meh pada karo jogja.